Hukum Mimpi Basah Ketika Sedang Berpuasa

Editor: Egi Setiawan

Apakah mimpi basah dapat membatalkan puasa?,pengen tau yuk lihat jawabannya di bawah ini !

Berikut fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah,

من احتلم وهو صائم أو محرم بالحج أو العمرة فليس عليه إثم ولا كفارة ولا يؤثر على صيامه وحجه وعمرته، وعليه غسل الجنابة إذا كان قد أنزل منيا

Barang siapa yang mimpi basah sedangkan ia dalam keadaan berpuasa, berihram, haji atau umrah maka tidak ada dosa dan kafarah baginya dan tidak berpengaruh terhadap puasa, haji dan umrahnya. Wajib baginya mandi janabah jika telah keluar mani.[2]

Keluar Mani ketika puasa

Jika mani keluar karena ingin melampiaskan syahwat seperti jima’, mencium istri, mencumbu atau melihat wanita dengan berulang-ulang. Maka pendapat terkuat adalah membatalkan puasa. Karena hakikat puasa adalah meninggalka syahwat

Syaikh Muhammad shalih Al-Munajjid hafidzahullah berkata,

والتسبب في إنزال المني من مفسدات الصيام كما لو جامع أو قَبَّل أو باشر ، أو كرر النظر إلى النساء فأنزل منيا ، فيفسد صومه

“Melakukan sebab keluarnya mani merupakan pembatal puasa seperti berjima’, mencium, mencumbu atau melihat wanita berulang-ulang. Kemudian keluar mani maka puasanya batal.”[3]

Adapun jika tidak ada keinginan, mani keluar sendiri maka tidak membatalkan.

Pertanyaan:

س: أشكو نزول السائل المنوي في أيام رمضان أثناء الصيام بدون أي احتلام أو ممارسة العادة السرية فهل في هذا تأثير على الصوم؟ أفيدونا أفادكم الله.

Saya punya keluhan yaitu keluarnya mani pada bulan Ramadhan ketika puasa tanpa mimpi dan tanpa melakukan onani apakah ini ada pengaruhnya terhadap puasa saya?

ج: إذا كان الأمر كما ذكر فإن نزول المني منك بدون لذة في نهار رمضان لا يؤثر على صيامك وليس عليك القضاء.

Jika perkaranya sebagaimana yang disebutkan maka keluarnya mani tanpa ada rasa nikmat pada siang hari bulan Ramadhan tidak berpengaruh terhadap puasamu dan tidak wajib bagi engkau mengqhada.

Kami jelaskan bahwa mimpi basah tidak membatalkan puasa. Karena, hal itu terjadi tanpa adanya unsur kesengajaan dari orang yang berpuasa tersebut.

Dan, orang yang mengalami hal tersebut wajib untuk melaksanakan mandi janabah, ketika melihat keluarnya air mani.

Imam Nawawi mengatakan di dalam Al Majmu bahwa jika seseorang (yang sedang berpuasa) bermimpi, maka ia tidaklah membatalkan puasanya menurut ijma’ ulama karena ia termasuk orang yang tidak kuasa (menahannya).

Seperti seekor nyamuk yang terbang dan hinggap di mulutnya tanpa dikehendakinya, demikianlah sandaran dalil dalam permasalahan ini.
Mimpi basah pada hakikatnya adalah ciri-ciri seks yang sehat. Karena, produksi sperma yang rutin. Sedangkan kita tahu, salah satu perkara yang membatalkan puasa adalah keluarnya air mani dengan sengaja.

Jadi, mimpi basah digolongkan sebagai peristiwa keluarnya air mani tanpa disengaja, sehingga tidak membatalkan ibadah puasa Ramadan.

Semoga Bermanfaat
Wassalam Wr. Wb

Sumber: https://muslimafiyah.com/